Biaya Gedung DPR Baru Rp1 Triliun. Pembangunan gedung
DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) sebesar Rp1 triliun lebih, dinilai tidak wajar dan patut dipertanyakan. Jika dihitung rata-rata, harga satu ruangan anggota DPR itu Rp 2,8 miliar. Nilai itu
sangat mahal, bahkan untuk perkantoran di
Jakarta."Bukan memikirkan kepentingan rakyat, DPR malah mikirin diri sendiri. Rasanya tidak rela jika segelintir
orang yang
menjadi wakil rakyat bermewah-mewahan saat rakyat masih miskin," ujar Suwoko HS, pensiunan TNI berpangkat sersan kepala, saat ditemui di Jakarta, kemarin. (
kompas)
Menurut Arif, pembangunan gedung yang menelan biaya amat besar tersebut juga berbanding terbalik dengan kondisi mayoritas rakyat yang diwakili anggota
DPR. Sementara mereka yang diwakili masih berkubang dalam kemiskinan, infrastruktur yang buruk, para anggota DPR justru menunjukkan hedonisme dan konsumtif.
"Ini sudah mengkhianati rakyat yang diwakili DPR. Pembangunan gedung dengan segala fasilitas mewahnya itu berbanding terbalik dengan kondisi DPR. DPR telah mengarahkan fungsi anggaran untuk kebutuhan dirinya sendiri untuk hedonisme dan konsumtif,"ujarnya.(
okezone)
Gedung DPR saat ini sudah mewah sehingga niat untuk membangun gedung baru yang lebih mewah tak masuk akal mereka. Bayangkan, untuk membangun gedung berlantai 36 itu, pemerintah harus menyisihkan anggaran Rp 1,6 triliun.
Anggaran sebesar itu sebenarnya cukup untuk membiayai bantuan iuran jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) bagi lebih
dari 22 juta warga miskin selama satu tahun. Tahun ini pemerintah mengalokasikan
dana bantuan iuran jamkesmas sebesar Rp 6.000 per bulan atau Rp 72.000 per tahun untuk satu warga miskin.
Ruangan seluas 120 meter persegi untuk satu anggota
DPR itu juga masih lebih besar daripada luas lima
rumah sederhana sehat bersubsidi, yang masing-masing hanya 21 meter persegi.
ckckckkckk . . . seperti inilah wakil rakyat kita? *lagi-lagi fasilitas . . . gaji tinggi, mobil mewah . . .
disaat rakyat kecil tertimpa musibah, kelaparan, tak punya rumah...
sulitnya mencari pekerjaan para wakil rakyat ini sibuk memperkaya diri, sibuk menikmati hidup mewah . . . astaghfirullah. . .